Climate Change Conference in Bali, Indonesia*

Global Green’s Commitment to help Indonesia
Submitted by Andreas on Mon, 12/17/2007 - 06:43.

Article
Climate Change Conference in Bali, Indonesia*
Angga Haksoro Ardhi
Submitted by Andreas on Mon, 12/17/2007 - 06:43

VHRmedia.com, Nusa Dua – World’s Energy crisis occurs because the unjust structure and political-economic mechanisms while exploiting the resources of developed countries. The monopolistic manipulation of economic access and imbalanced distribution of profits by industrial countries are the factors in the energy crisis which impacts on environmental problem. These matters were on the agenda of items discussed by the Green Party of Indonesia and several members of Global Greens at Inna Putri Bali Hotel, Nusa Dua Bali area, Monday (10/12)




Christie Mile who is a member of the Australian Green Party said that the people fighting ecological-injustices of mining companies in Australia are in a situation similar with what’s happening in Indonesia.

The unjust mechanism of profit distribution leading to social and economic gaps between industrialized countries and developing countries is a major factor in environmental degradation. Industrialized countries gain advantages by exploitation of the natural resources of developed countries; otherwise, the developing countries would not face such serious impacts of that exploitation. “We are realizing that socio-economic problems are directly related to natural degradation.” Christie Mile said. 

At that meeting, the Global Greens which has 70 green party and environmental organization members in 30 countries all over the world, agreed to build political commitment to help Indonesia in struggling for environmental justice. They have invited Green Party Indonesia to the Global Green Meeting on May 2008 in Sao Paolo, Brazil

* Note: This English translation was done courtesy of Hengky Albert Waroka, an Indonesian student at Dept. of Environmental Resources Management, Transworld Institute of Technology, the Taiwan Green Party would like to thank him and his professor, Jacob Chang for their assistance. We did some editing, however not knowing Indonesian we hope the original author will confirm the content. 這個 E-mail 地址已經被防止灌水惡意程式保護,您需要啟用 Java Script 才能觀看



They’ve also committed to share data and information about Transnational Corporation (TNCs) which operate in Indonesia, also help to formulate political strategy against those international companies. This postive commitment of the Global Greens was warmly received and gladly welcomed by the General Secretariat of Green Party of Indonesia. In his opinion, this enthusiasm to help Indonesia shows that environmental issues are global issues; therefore we need to make immediate responses. “They confirmed that the environmental problems which occur in developed countries has relevance to and connections with ecological-liabilities of industrialized countries, [environmental and social] “debts” which remain “unpaid” even though the colonial era is long past.” he said. 

In Australia and several European countries, the political role of Green Party is important: the Green Party holds 15 percent of the seats in Germany parliament house and seven percent in the Australian parliament. The Green Party often places itself as political party which opposes national policies that tend to destroy environment and facilitate social injustice. (E1) 

Original Indonesian

For those of you who speak Indonesian..
http://sarekathijauindonesia.org/?q=en/content/global-green-berkomitmen-bantu-indonesia

Global Green Berkomitmen Bantu Indonesia
Submitted by Andreas on Mon, 12/17/2007 - 06:43.
Kliping Konferensi Perubahan Iklim di Bali
Angga Haksoro Ardhi

VHRmedia.com, Nusa Dua - Krisis energi dunia timbul akibat ketidakadilan struktur dan mekanisme ekonomi politik negara-negara industri yang mengeksploitasi negara berkembang. Monopoli akses ekonomi dan tidak meratanya distribusi keuntungan oleh negara industri merupakan penyebab krisis energi dunia yang berujung pada masalah lingkungan. Hal itu terungkap dalam diskusi terbatas antara Sarekat Hijau Indonesia dengan beberapa anggota Global Green di Inna Putri Bali Hotel, kawasan Nusa Dua Bali, Senin (10/12).

Anggota Australian Green Party Christie Mile mengatakan, perlawanan masyarakat sipil menentang ketidakadilan ekologi oleh 
perusahaan-perusahaan tambang juga terjadi di Australia, sama seperti yang terjadi di Indonesia.

Ketidakadilan mekanisme distribusi keuntungan akibat ketimpangan sosial dan ekonomi antara negara industri dan negara-negara berkembang menjadi penyebab utamakerusakan lingkungan. Negara industri mendapatkankeuntungan dari eksploitasi sumber daya alam di negara berkembang. Sedangkan negara berkembang hanya mendapatkan dampak kerusakan alam akibat eksploitasi tersebut. "Kami sadar, masalah ekonomi sosial global yang menyebabkan terjadinya kerusakan alam," kata Christie Mile.

Dalam pertemuan itu Global Green yang beranggotakan 70 partai hijau dan organisasi lingkungan di 30 negara di dunia sepakat untuk membangun komitmen politik bersama membantu Indonesia memperjuangkan keadilan lingkungan. Mereka setuju melibatkan Sarekat Hijau Indonesia dalam pertemuan Global Green di Sao Paolo, Brazil, Mei 2008.

Mereka juga berkomitmen berbagi informasi dan data seputar transnational corporation (TNc) yang beroperasi di Indonesia, sekaligus membagi strategi politik melawan perusahaan-perusahaan internasional tersebut.

Sekretaris Jenderal Sarekat Hijau Indonesia Andreas Iswinarto menyambut baik komitmen Global Green membantu usaha perjuangan lingkungan di Indonesia. Menurut dia, antusiasme membantu Indonesia menunjukkan bahwa masalah lingkungan telah menjadi isu yang mengemuka di dunia sehingga harus segera direspons. "Mereka mengakui masalah lingkungan di negara berkembang tidak lepas dari utang ekologi eksploitasi negara industri yang belum 'dibayar', bahkan sejak zaman kolonial," ujarnya.

Peran politik partai hijau di beberapa negara Eropa dan Australia dalam mempengaruhi penetuan kebijakan negara tidak lagi dipandang sebelah mata. Menguasai 15 persen suara di parlemen Jerman dan 7 persen suara di parleman Australia, partai hijau kerap menempatkan diri sebagai partai oposisi melawan kebijakan negara yang tidak pro-lingkungan dan tidak berkeadilan sosial. (E1)

 

Support Us

Facebook

行動夥伴

Contact

Office
5F.,No.13,Sec.1,Jhongsiao E.Rd.,Jhongjheng District,Taipei City 100,Taiwan (R.O.C.)
Tel
886-2-2392-0508
Fax
886-2-2392-0512
E-mail
contact@greenparty.org.tw